Wisata Kuliner: Seafood Rasane

Hari ini bertepatan dengan ulang tahun my D dan juga pas adik saya dari Banjarmasin datang, maka bersepakatlah kami untuk santap malam bersama. Hingga sore tiba di rumah orangtua, belum diputuskan mau makan di mana. Setelah mutar-mutar di Mall Puri Indah, akhirnya tercetuslah untuk mencoba makanan seafood Rasane, yang terletak di daerah puri kembangan. Restaurant ini satu jalan dengan jalan di mana Bakso Jawir terletak, hanya kalau dari arah meruya, restaurant Rasane setelah jembatan toll.

Makanan khas restaurant ini adalah Kepiting Asap. Kepiting yang telah dibumbui dibungkus dengan daun pisang, kemudian diasapi:
rasane

Saking laparnya tadi, makanan datang langsung kami serbu, hingga saya lupa untuk mengabadikannya :-) Untunglah sebelum semua makanan terlalap habis, sempat kepikir untuk mem-photonya.
Selain kepiting asap dengan berat sekitara 7 ons, kami memesan juga baronang bakar 1 ekor (sekitar 7 ons), cumi saus madu, kerang hijau saus padang serta tak ketinggalan kangkung lombok cah taoco. Secara keseluruhan semuanya enak-enak dan mempunyai ciri khasnya.

Kangkung lombok terkenal dengan ukurannya yang cukup besar. Cumi saus madu terasa manis. Ikan baronang isinya padat. Hanya kerang saus padang yang masih belum dapat mengalahkan kerang hijaunya 1001 Malam…
Harga secara keseluruhan normal dan kebetulan ada disc 20% dengan BCA Card. Total yang dihabiskan di kisaran Rp 300 rb.

Wisata Kuliner: Bakso Jawir

Bakso “Meat Ball” merupakan salah satu jenis makanan yang gampang ditemui, dari abang-abang yang lewat depan rumah, di warun tenda, di ruko hingga ke restaurant serta hotel terkenal pun gampang ditemui. Pada umumnya, bakso khas abang-abang disajikan bersamaan dengan mie atau bihun. Dan variasi bakso banyak, ada bakso daging halus, bakso urat, bakso isi telor, bakso udang, bakso kepiting, bakso seafood, bakso tahu, dan lain-lain.

Kali ini, kami menyantap bakso khas abang-abang tetapi berlokasi di suatu ruko di daerah puri kembangan – kebun jeruk. Setelah dari Fx Mall – Senayan, kami melewati jalan panjang, lalu masuk ke daerah kebun jeruk kemudian menyusuri samping jalan toll, hingga masuk ke daerah sekitar meruya dan balik arah. Tadinya bingung mau santap apa, tetapi terlihat ada ruko dengan plang Bakso Jawir,yang kami kira bakso jawa :-) . Maka pilihan kami jatuh kepada tempat ini.

Setelah memarkirkan mobil, masuklah kami ke ruko. Hanya ada 2 meja yang kosong, dan di lt. 2 yang ternyata dipakai juga utk meja-meja makan masih kosong melompong. Kami tiba sekitar pukul 6.15 sore. Tja, memang masih rada pagi untuk saat santap malam.

Saya memesan 1 mangkok bakso dengan mie campur (mie kuning & bihun), sementara my D memesan bakso dengan bihun. Sayang hari ini tidak ada bakso dengan ukuran besar yang berisi telur. Jadilah yang kami terima hanya campuran bakso daging dan urat.
Hanya hitungan 2 menit-an kemudian, tersajilah bakso di meja kami:
bakso jawir

Harga 1 mangkok Rp 11 rb
Dan bersamaan dengan bakso ini, kami memesan es campur berharga Rp 7 rb.

Secara umum, baksonya enak dan rasanya pas. Dagingnya kerasa sekali. Sayang untuk es campurnya rada kurang pas rasa siropnya, padahal isinya lumayan komplit: kelapa, tape, cincau hitam, cincau hijau, kolang-kaling serta alpukat.

Saat kami menyantap makanan, mulailah banyak tamu pada datangan dan lt. 1 itu penuh semua mejanya.

Dan seperti pada umumnya makanan yang ada di Indonesia, di mana tidak ketinggalan msg-nya, bakso jenis ini saya hakul yakin dibubuhi penyedap masakan dengan kandungan msg juga. Hal ini dirasakan lidah saya yang sensitif terhadap msg beberapa menit setelah meninggalkan tempat ini.

Lunch at Warung Nasi “Ampera” Pancoran

Today Lunch was at Warung Nasi Ampera, MT Haryono, right at Pancoran cross.

Sebenarnya tadinya berencana ke kantin Mugi, tetapi karena terdesak di kemacetan tidak jauh dari Gelael, mampir lah kita ke Ampera.
Warung Nasi Ampera termasuk ke dalam type restaurant masakan sunda dan awalnya berlokasi di Bandung, tetapi mempunyai banyak cabang. Di Jabotabek, setahu saya ada di MT Haryono ini dan juga di Raya Serpong.
Cara penyajiannya adalah makanan setengah matang ada di etalase, dan dengan nampan di tangan, pelanggan mengambil jenis masakan yang diingini.
Hal pertama yang diambil adalah nasi, kemudian jenis-jenis tumis, lalu jenis goreng-gorengan (dari ayam, ikan, daging, empal, tempe, tahu, dll), kemudian jenis pepes dan ditutup dengan minuman. Sementara sambal beserta lalapan tersedia di tengah, di mana orang bebas mengambilnya.
Selain nasi dan jenis makanan yang sudah matang, makanan yang lain akan dipanaskan di dapur kemudian diantar ke dia.

ampera etalase

Hari ini, saya memakan menu sebagai berikut:
- Nasi Rp 3.5 rb
- Tumis Rp 3.5 rb
- Perkedel Tahu Rp 3 rb
- Perkedel Jagung Rp 3 rb
- Pepes Ayam Rp 10 rb
- Kerupuk Rp 0.75 rb
- Joy Tea Rp 3 rb
TOTAL with Tax Rp 28.875 rb

My Wife’s Cook: Bakut & Pudding

Masakan dengan kandungan B2 sangat jarang disedikan di rumah, karena mencari bahan bakunya rada susah.
Karena stock B2 masih ada dan kebetulan ada sayur asin, maka memasaklah istriku Bakut. Daging B2 dibelinya di Farmers Market. Sebenarnya di Pasar Modern BSD ada, tetapi kebiasaan kami jarang membeli daging-daging di pasar, karena takut masalah hygienitasnya. Sementara sayur asin beli di pasar.
Berikut tampak dari Bakut:
bakut

Memasak Bakut sebenarnya gampang. Daging B2 dipilihlah yang memang khusus utk bakut, yaitu bagian iga dan banyak tulangnya. Daging direbus sampai masak, kemudian masukan sayur asin. Gampang bukan? Kemudian tambahkan juga bawang putih saat memasak dagingnya. Setelah selesai, hidangkan dalam mangkuk dan taburkan bawang goreng.

Sebagai dessert, istriku membuat pudding coklat seperti berikut:
pudding coklat

….. hmm… yummy :-)

My Wife’s Cook: Mie Siram Warna Warni

Mie merupakan salah satu kesukaan kami berdua, dan sudah beberapa kali my D masak jenis masakan mie.
Untuk dinner kemarin malam, dia memasak Mie Siram, yang saya namakan “Mie Siram Warna Warni”, karena aneka warna ada di taburannya seperti terlihat di pict berikut:
copy of snc00050

Mie sebagai bahan dasar dibeli di pasar Modern BSD. Setahu saya harganya Rp 5 rb/ bungkus dan cukup utk 2 orang.
Sementara sebagai taburan selain bakso, ada juga jamur yoko, tofu seafood (seperti tahu tetapi berbahan sea food), kemudian di tambah dengan irisan cabe merah besar. Sementara untuk sayuran dipakailah frozen mix vegetables.
Mudah bukan didapat bahannya, bukan?

Sebagai pelengkap, tersedialah Yoghurt dari Cimori (yang dibeli saat dia outing 2 hari sebelumnya):
snc00050

Wisata Kuliner: Warung Sate Kambing “Tong Seng” Pak Naryo – BSD

Hari ini tidak ada masak memasak di rumah, karena selain my D sedang outing keluar kota, setiap weekend kami sering makan di luar.
Setelah menjemput my D dari outingnya, meluncur lah kami ke Warung Sate “Pak Naryo”, yang letaknya seberang SPBU Pertamina samping ITC BSD.

Sebenarnya menu utama dari warung ini keliatan dari namanya, yaitu Sate Kambing dan Tongseng. Tetapi berhubung kadar kolesterol sudah tinggi, terpaksalah menahan nafsu dengan hanya memasak sate ayam. Sementara my D tetap memesan sate kambing. Nah ja, bbrp tusuk mencoba jugalah sate kambingnya :-)

Ini kali kedua kami ke sana. Sebelumnya yang kami coba adalah Sate Ayam dan Tongseng Kambing. Tongseng-nya lumayan. Tetapi bagi yang tidak begitu doyan, mungkin terasa aneh memakannya. Sementara sate ayamnya kali ini lebih enak dibanding sebelumnya. Sate kambingnya, menurut saya rada alot dagingnya, tetapi secara rasa ok. Berikut gambar kedua sate tersebut (difoto setelah beberapa tusuk dilahap):

naryo sate

Selain tongseng kambing, sate kambing, sate ayam, warung ini juga menyediakan nasi goreng kambing, nasi goreng ayam, sop kambing dll.
Harga:
- Sate Ayam Rp 13 rb
- Sate Kambing Rp 16 rb
- Nasi Putih Rp 3.5 rb
- Es Teh Tawar Rp 1.5 rb
Menu lengkapnya dapat dilihat di pict berikut:
naryo menu2

My Wife’s Cook: Steak Mit Liebe

Hari ini ketika menelepon, diberitahu bahwa menu utk dinner adalah “Steak”.
Sampai rumah, tersedialah steak berikut, yang saya beri nama “Steak Mit Liebe” :-)

steak mit liebe

Ya iyalah “Mit Liebe”, lah dibuatnya dengan penuh kasih sayang :-) Ceile….

Daging has dalam dibeli dari rekan my D di sekolah, dengan harga 65 rb/ kg. Tergolong murah.
Steak setelah dipanggang, disajikan bersama dengan potato nuggets dan mix vegetables yang dicampur dengan sedikit keju.
Satu yang rada gak matching adalah piringnya :-) .. Nah ja, belum ada piring yang cocok sich…
Ada yg mau nyumbang piring putih lebar buat kita?

My Wife’s Cook: Kakap Goreng Pedas Kecap

Biarpun hari ini rada dongkol akibat adanya accident terhadap My Livi (see post before!), tetapi tetap sumringah karena di rumah disuguhin menu “Kakap Goreng Pedas Kecap”:

kakap goreng kecap pedas

Ikan kakap beli Pasar Modern BSD.
Cara Memasak:
- Ikan digoreng
- dikasih kecap, lalu kecap bersamaan dengan irisan cabe merah besar, bawang bombay, bawang putih dan bawang goreng.

Unfortunately don’t know the details, as the meal was already there when I arrived at home… so if you want to know how to cook it: Just ask my wife :-) !!!

My Livi Malang

Today my livi got accident:

my livi malang

Kejadiannya:
Livi dikemudikan oleh My D ketika menjemput saya ke stasiun. Ketika ingin belok kiri, ternyata dari sebelah kanan ada kijang yang dikemudikan bapak2 berumur kisaran 40-an yang terlalu ke kiri. Padahal My D sudah berhenti dan klakson, tetapi malang susah dihindari, sehingga penyoklah bumper depan kanan.

Livi memang diasuransikan, tetapi masalahnya adalah waktu. Kalau Livi dibawa ke bengkel, maka praktis 1 minggu-an gak bisa pakai Livi lagi. Padahal sabtu-minggu ini lumayan sibuk. Belum hari-hari biasa pakai apa ke utk kerja?

Ah pusing juga… just calm down dulu dech… I believe solution will come…

My Wife’s Cook: “Chinessiche Pfanne” ala Melati Mas

Today Menu: “Chinessische Pfanne” ala Melati Mas

Chenissische = Chinese
Pfanne = Wajan

Secara harafiah sebenarnya dapat diartikan cah ala chinese style :-)

chinesische pfanne

Masak di-cah merupakan jenis memasak yang sebenarnya tergolong simple. Karena apa-pun sebenarnya bisa di-cah, tinggal tergantung racikan bumbu kita saja.
Untuk malam ini, istriku men-cah bahan-bahan berikut:

  • Bakso: saat ini belum benar-benar menemukan bakso yang enak di serpong. Sudah coba beli Giant, Hypermart serta Farmers Market, tetapi belum menemukan yang ok punya.. Yang kali ini dimasak, berdasarkan info dari istri adalah dibeli di Giant … merk sayangnya lupa. Rasa … so..so
  • Sosis: sama dengan bakso, hingga saat ini belum menemukan merk sosis yang enak… Semuanya serba standard. Pernah coba merk Kem*****s (dengan harapan karena merk terkenal), eh ternyata rasanya biasa aja.
  • Seafood tofu: bentuknya seperti tahu, tetapi isinya sebenarnya daging seafood… lumayan enak, dibeli di pasar modern BSD. Harga 1 packing: lupa :-(
  • Taoge fresh: beli di pasar modern BSD yang kemarin.
  • Mix Vegetables: yang satu packing besar dan frozen. Dapat dibeli di bbrp supermarket. Berisi: jagung, kacang polong, wortel, kacang panjang…
  • Tomat fresh dipotong-potong.
  • Plus jahe –> bagus untuk kesehatan :-)

Semuanya dimasak (tentu saja bumbu dasar dulu, lalu daging, sementara sayuran belakangan)…

Selain menu ini, sebagai pendamping ada cah sayur baby kailan dengan bawang putih….