Tadinya saya berpikir blog ini akan saya isi dengan posting terkait makanan, tetapi hari ini saya ada ide untuk menulis hal di luar makanan. Hm… daripada bikin blog baru, mendingan tetap menggunakan blog ini.
Topik yang ingin saya angkat kali ini adalah menganai e-Toll Card.

Ceritanya dilatarbelakangi dengan kelelahan saya menghadapi macet, dan sering saya melihat bahwa yang menjadi bottle neck di pintu pembayaran toll. Butuh sekian detik untuk menuntaskan pembayaran toll. Padahal ini dapat diminimalkan dengan mereduksi penggunaan cash, yaitu dengan menggunakan kartu. Bank Mandiri telah mengeluarkan e-Toll Card sejak awal tahun ini. Baru mulai minggu ini saya kepikir untuk menggunakannya, karena saya sering naik mobil minggu ini.
Tadinya saya berpikir dengan adanya e-Toll Card ini akan lebih simple, ternyata gak juga. Menurut saya ada beberapa kelemahan dan justru menambah kerepotan dari e-Toll Card ini, yaitu:
1. E-Toll Card ini hanya mencakup beberapa ruas toll saja, yaitu Toll Dalam Kota dan Cikupa-Merak. Sementara ruas lain: JORR? Tomang – Serpong?? Tadinya saya berpikir mungkin masih butuh waktu untuk berlaku di ruas lain. Tetapi setelah sekian bulan, kok nggak nambah-nambah?
2. Cashless, tetapi kok masih ribet ya? Ternyata cara kerjanya adalah: kartu kita kasih ke penjaga toll, kemudian penjaga toll menggesek di EDC-nya, kemudian struk sekalian kartunya dikembalikan ke pengguna toll. Hmm… kok hampir sama kalau pakai cash ya? Hanya repot nya memang kalau pakai cash, jika ada kembalian. Tetapi kan kembalian biasanya oleh penjaga toll sudah disiapkan.
Harusnya dibikin gerbang otomatis. Jadi tinggal gesek pakai kartu, maka mobil bisa lewat. Gerbang ini sudah ada, tetapi hanya terbatas.
3. Top Up yang merepotkan. Hari ini, nilai di kartu e-Toll saya habis, dan saya baca cara pengisiannya ternyata merepotkan. Pertama kita beli vouchernya dulu, bisa lewat ATM, Internet Banking, dll. Setelah beli voucher, ternyata musti ke kantor cabang atau tenant yang ada EDC, untuk memindahkan nilai di voucher itu ke kartunya. Berarti 2 kali kerja!!! Kenapa pengisiannya gak langsung di ATM, seperti yang dapat dilakukan terhadap Flaz Card-nya BCA? Hari ini saya beli valuenya Rp 50 rb, dan karena kantor cabangnya masih tutup terpaksa siangnya datang lagi. Kemudian di customer service-nya pun masih harus nunggu
4. Rp 10 rb saya hilang. Ternyata di e-Toll Card itu harus ada minimal Rp 10 rb. Dan Rp 10 rb ini mati, alias gak bisa dipakai-pakai. Jadi begini, tadi ketika ingin bayar, sisa di kartu ada Rp 11 rb. Harga toll Rp 6.5 rb. Harusnya cukup dong… tetapi ternyata gak bisa dipakai. Karena kalau pengin transaksi Rp 6.5 rb, maka nilai di kartu minimal harus Rp 16.5 rb… Itu kan berarti saya musti bayar kartunya Rp 10 rb!!!